Perselisihan, Gempa,
Tanda-Tanda Kiamat dan
Kehadiran Imam Mahdi
Rabu, 04/11/2009 22:49 WIB
Cetak | Kirim | RSS
Saudaraku, dalam sebuah hadits Nabi
Muhammad memprediksi adanya dua
fenomena yang menjadi pra-kondisi
menjelang diutusnya Imam Mahdi ke
tengah ummat. Pertama, gejala sosial
berupa perselisihan antar-manusia
dan kedua, gejala alam berupa gempa-
gempa yang berdatangan silih-
berganti.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ
فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ
النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا
وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira
mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah
ke tengah ummatku ketika banyak
terjadi perselisihan antar-manusia
dan gempa-gempa. Maka ia akan
memenuhi bumi dengan keadilan dan
kejujuran sebagaimana sebelumnya
dipenuhi dengan kesewenang-
wenangan dan kezaliman. ” (HR
Ahmad)
Sebagian ulama menggolongkan
tanda Kiamat berupa diutusnya Imam
Mahdi ke tengah ummat sebagai
” Tanda Penghubung” antara tanda-
tanda kecil Kiamat dengan tanda-
tanda besar Kiamat. Artinya,
kedatangan Imam Mahdi tidak
termasuk tanda-tanda kecil Kiamat
namun tidak juga digolongkan ke
dalam tanda-tanda besar Kiamat.
Kedatangan Imam Mahdi
mengindikasikan telah tuntas
munculnya tanda-tanda kecil Kiamat
yang sangat banyak dan sebagian
besar datang terlebih dahulu. Dan
pada saat yang sama kedatangan
Imam Mahdi menandakan sudah
dekatnya akan munculnya tanda-
tanda besar Kiamat yang datang
belakangan dan berjumlah sepuluh.
Para ulama telah membagi tanda-
tanda Kiamat ke dalam dua kelompok.
Ada tanda-tanda kecil Kiamat dan
tanda-tanda besar Kiamat. Tanda-
tanda kecil berjumlah sangat banyak
dan umumnya datang lebih awal.
Sedangkan tanda-tanda besar datang
belakangan dan berjumlah sepuluh.
Tanda kecil yang paling awal berupa
” diutusnya Nabi Muhammad ke muka
bumi.” Semenjak peristiwa sangat
agung itu terjadi, dunia menyaksikan
bermunculannya aneka tanda-tanda
kecil Kiamat berikutnya. Hingga
dewasa ini sudah banyak sekali
tanda-tanda kecil Kiamat yang di-
nubuwwah-kan (diprediksi) oleh Nabi
Muhammad telah menjadi realita. Di
antara tanda-tanda kecil Kiamat
tersebut ialah:
1. Bila manusia mulai membunuh
(meninggalkan) sholat
2. Bila sifat amanah telah lenyap
3. Bila berdusta dihalalkan
4. Bila manusia memakan riba
5. Bila risywah (praktek suap)
merajalela
6. Bila bangunan-bangunan tinggi
pencakar langit bermunculan
7. Bila manusia memperturutkan
hawa-nafsu
8. Bila manusia menjual dien
(agamanya) untuk membeli dunia
9. Bila menumpahkan darah
dianggap perkara ringan
10. Bila perilaku lemah-lembut
dianggap sebagai sebuah kehinaan
11. Bila berlaku zalim menjadi suatu
kebanggaan
12. Bila para pemimpin dan pembesar
merupakan orang paling buruk
13. Dan bila para pembantu dan
orang-orang kepercayaan pemimpin
merupakan orang-orang fasiq
14. Bila para cendikiawannya
merupakan orang-orang fasiq
15. Bila kezaliman merajalela
16. Bila thalaq (perceraian) banyak
terjadi
17. Bila muncul fenomena kematian
mendadak
18. Bila mushaf Al-Qur’an dicetak
dengan ornamentasi yang indah-
indah
19. Bila masjid dibangun megah-
megah
20. Bila mimbar-mimbar masjid dibuat
tinggi
21. Bila hati manusia menjadi kesat
22. Bila banyak perjanjian dan
transaksi dilanggar secara sepihak
23. Bila peralatan musik banyak
dibunyikan
24. Bila khumur (aneka jenis khamr)
banyak diminum
25. Bila zina merajalela
26. Bila pengkhianat diberi
kepercayaan, dijadikan pemimpin
27. Bila orang yang amanah dianggap
pengkhianat
28. Bila istri berpartisipasi dalam
bisnis suami karena cinta akan dunia
29. Bila salam hanya diucapkan
kepada orang yang dikenal
30. Bila pasar-pasar (mall, plaza,
hypermarket) muncul berdekatan
31. Bila manusia mengenakan baju
domba sebagai penutup hati serigala
32. Bila hati manusia lebih busuk
daripada bangkai
33. Bila manusia sudah berkata:
” Tidak ada Imam Mahdi.”
Tanda-tanda di atas hanya
merupakan sebagian saja dari seluruh
tanda-tanda kecil Kiamat. Bila kita
kaitkan dengan realitas kondisi
masyarakat dunia dewasa ini, jelas
terlihat bahwa seluruh tanda-tanda
kecil di atas telah menjadi kenyataan.
Dan bila kita buka kitab para ulama
mengenai tanda-tanda kecil Kiamat,
lalu kita membacanya satu per satu,
hampir pasti di dalam hati kita akan
berkomentar: ”Waduh, yang ini
sudah.... yang ini juga sudah...!”
Maka, saudaraku, perlu kita sadari
bahwa dunia benar-benar telah
mencapai usia senja. Kemunculan
tanda-tanda kecil hampir tuntas
seluruhnya, maka itu berarti kita
sudah harus bersiap-siaga
menyongsong datangnya tanda-
tanda besar Kiamat. Dan jangan lupa,
sebagian ulama mengatakan bahwa
tanda besar pertama, yaitu keluarnya
Dajjal, tidak akan terjadi sebelum
munculnya tanda penghubung
antara tanda-tanda kecil dengan
tanda-tanda besar Kiamat. Tanda
penghubung itu ialah diutusnya
seorang lelaki dari keturunan Nabi
Muhammad yang akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan kejujuran
setelah dunia diselimuti dengan
kezaliman dan kesewenang-
wenangan. Lelaki itulah yang dikenal
sebagai Imam Mahdi.
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا
يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ
حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ
رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ
اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ
اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا
كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
“Andaikan dunia tinggal sehari
sungguh Allah akan panjangkan hari
tersebut sehingga diutus padanya
seorang lelaki dari ahli baitku
namanya serupa namaku dan nama
ayahnya serupa nama ayahku. Ia
akan penuhi bumi dengan kejujuran
dan keadilan sebagaimana
sebelumnya dipenuhi dengan
kezaliman dan penganiayaan. ”(HR Abu
Dawud)
Lalu, bilakah Imam Mahdi bakal
dihadirkan Allah ke tengah ummat?
Hadits di awal tulisan inilah yang
cukup jelas memberikan indikasi
kedekatan jadwal kehadirannya:
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ
فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ
النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا
وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira
mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah
ke tengah ummatku ketika banyak
terjadi perselisihan antar-manusia
dan gempa-gempa. Maka ia akan
memenuhi bumi dengan keadilan dan
kejujuran sebagaimana sebelumnya
dipenuhi dengan kesewenang-
wenangan dan kezaliman. ” (HR
Ahmad)
Bila dunia telah dihiasi dengan dua
fenomena nyata, yaitu fenomena
sosial berupa perselisihan antar-
manusia
yang
sangat
tampak
dan fenomena
alam yaitu
banyaknya
gempa,
maka itu berarti dekatnya kehadiran
Imam Mahdi ke tengah ummat.
Sedangkan kedua fenomena tersebut
dewasa ini sudah sangat tampak.
Perselisihan antar-manusia dewasa ini
sudah sangat memprihatinkan.
Sesama pendukung ideologi sekuler
atau demokrasi berselisih. Sesama
anggota organisasi, gerakan, partai
Islam berselisih. Demikian pula
dengan fenomena gempa. Begitu
dahsyat terjadi belakangan ini.
Sehingga diberitakan bahwa
sepanjang bulan Oktober 2009 ini di
Indonesia saja telah terjadi sebanyak
54 gempa...!! Bagi Anda yang tertarik
akan hal ini silahkan lihat situs
www.USGS.com. Situs semacam BMG
milik AS itu melaporkan setiap gempa
yang terjadi di berbagai titik di
seluruh dunia lengkap dengan info
skala richter-nya. Anda akan terkejut
mendapati fakta bahwa sekitar lima
hingga sepuluh tahun belakangan ini
frekuensi gempa meningkat secara
signifikan..!!
Maka, saudaraku, marilah kita siapkan
diri-diri dan keluarga-keluarga kita
menyongsong kehadiran Al-Mahdi.
Pengertiannya adalah mari kita
bersiap untuk segera mematuhi
perintah Rasulullah dalam kaitan
dengan kehadirannya.
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ
حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ
خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran
Imam Mahdi), maka berbai’at-lah
dengannya walaupun harus
merangkak-rangkak di atas salju
karena sesungguhnya dia adalah
Khalifatullah Al-Mahdi. ” (HR Abu
Dawud)
Saudaraku, berdasarkan hadits di
atas, kita ummat Islam diperintahkan
untuk bersegera bergabung ke dalam
barisan Al-Mahdi ketika ia telah hadir.
Lalu ungkapan walaupun harus
merangkak-rangkak di atas salju
mengisyaratkan bahwa hal itu tidak
bakal mudah dilaksanakan. Boleh jadi
ketika hari itu tiba media-media kuffar
menjuluki pemimpin ummat tersebut
sebagai the world ’s number one
terrorist....! Akankah kita turut
mencapnya sebagai teroris, padahal
Nabi menyuruh kita bergabung
bersamanya? Atau kita akan tetap
mematuhi arahan Rasulullah untuk
ber-bai ’at dengannya, walaupun
dunia menuduhnya sebagai teroris?
Saudaraku,
marilah kita
tingkatkan
iman, ilmu dan
amal kita agar
pada hari itu
kita tidak
termasuk
fihak yang
salah registrasi. Oleh karenanya,
walaupun perselisihan antar manusia
serta gempa merupakan perkara
yang tidak kita sukai, namun Nabi
menyebutnya sebagai ”kabar
gembira”. Sebab bersamaan dengan
itu ummat Islam akan memiliki
pemimpin yang legitimasinya
langsung datang dari Allah dan
RasulNya. Sedangkan kehadirannya
justru merupakan awal beralihnya
dunia dari lembaran sejarah penuh
kesewenang-wenangan dan
kezaliman menuju peradaban penuh
keadilan dan kejujuran.
Saudaraku, pilihan ada di tangan
anda. Apakah Anda akan
mempedulikan tanda-tanda akhir
zaman dengan semangat
mengokohkan iman ataukah sekedar
mengamatinya sebagai fenomena-
fenomena sosial dan natural yang
hanya dijelaskan sebatas penjelasan
ilmiah tanpa kaitan dengan iman,
petunjuk serta wahyu Ilahi?
فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ
تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ
جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا
جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُم
“Maka tidaklah yang mereka tunggu-
tunggu melainkan hari kiamat (yaitu)
kedatangannya kepada mereka
dengan tiba-tiba, karena
sesungguhnya telah datang tanda-
tandanya. Maka apakah faedahnya
bagi mereka kesadaran mereka itu
apabila hari kiamat sudah datang?”
(QS Muhammad ayat 18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar